December 16, 2010

Kenapa harus ITP?????

mmmmmmmm,,,, akhirnya hari itu datang juga saat-saat SMA akan segera berakhir. Mungkin kondisi ini selalu identik dengan pikiran-pikiran: duh mesti ngelanjutin kemana?, apa mesti cari kerja?, kalau ingin kuliah di Universitas apa?jurusan apa?

pikiran-pikiran itulah yang akhirnya timbul di benakku ketika ingin lulus SMA waktu itu,,,Akhirnya pada suatu saat datanglah kesempatan itu,,,,

Yap,,,, kesempatan untuk mengikuti PMDK dari universitas-universitas negeri terfavorit di negeri ini,,,,awalnya aku berharap akan mendapatkan kesempatan untuk ikut PMDK UI(Universitas Indonesia) tapi ternya tidak,,,, tapi hal itu tidak membuat putus asa karena mungkin itu bukan menjadi hal yang terbaik yang telah Allah SWT tetapkan untuk ku. Setelah itu, datanglah kesempatan untuk mengikuti USMI(Undangan Seleksi Masuk IPB) dari IPB dan aku pun diusulkan oleh guru Bimbingan konseling untuk mencobanya,, tanpa ragu aku mencobanya.

Pada saat itu, sebenarnya aku bingung untuk memilih jurusan apa karena sebenarnya aku ingin sekali mengambil Kedokteran gigi UI. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada sepupuku yang melanjutkan studinya di IPB, ia mengusulkan untuk mengambil Ilmu dan Teknologi Pangan atau Statistika tapi karena aku lebih menyukai pelajaran Kimia semasa di SMA aku memutuskan untuk memilih Ilmu dan Teknologi Pangan sebagai pilihan pertamaku dan Alhamdulillah aku bisa menjadi salah satu siswi yang terdaftar untuk menjadi mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Tapi pertanyaan itu muncul setelah aku menjalani masa perkuliahan,,,, KENAPA HARUS ITP?

pada awalnya aku memilih ITP karena aku menyukai pelajaran kimia semasa di SMA tapi ternyata Departemen ITP yang aku pilih itu merupakan Departemen anak-anak yang luar biasa kemampuan akademiknya dan non akademiknya dan aku merasa bangga bisa bergabung dengan teman-teman seperti mereka,,,

ITP merupakan salah satu jurusan terfavorit di IPB dan menjadi departemen satu-satunya yang di approval IFT

Berikut merupakan Informasi singkat mengenai departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

Ilmu pangan adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan dasar-dasar biologi, fisika, kimia dan teknik dalam mempelajari sifat-sifat bahan pangan, penyebab kerusakan bahan pangan dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu pengolahan pangan. Sedangkan teknologi pangan adalah suatu bidang keahlian dan bidang profesi yang mencakup aplikasi ilmu dasar antara lain kimia, fisika dan mikrobiologi, serta prinsip-prinsip keteknikan (engineering), ekonomi dan manajemen pada seluruh mata rantai penggarapan bahan pangan dari sejak dipanen sampai menjadi hidangan, yang meliputi meliputi aspek-espek pengembangan pangan baru, penanganan bahan mentah, pengolahan, pengawetan, penyimpanan dan pengemasan, pemasaran (distribusi, penilaian mutu), pemanfaatan (aseptabilitas dan nilai gizi) dan kesehatan masyarakat agar bahan pangan dapat digunakan seefisien mungkin untuk kesejahteraan umat manusia.

Program pendidikan teknologi pangan adalah bidang keahlian dan profesi yang mencakup aplikasi ilmu dasar, yaitu kimia, fisika dan mikrobiologi, serta prinsip-prinsip keteknikan, ekonomi dan manajemen pada seluruh mata rantai penggarapan bahan pangan dari sejak dipanen sampai menjadi produk pangan yang siap dikonsumsi.

Aspek yang tercakup di dalam pendidikan teknologi pangan adalah penanganan bahan baku dan ingredien pangan, pengolahan dan rekayasa proses, pengembangan produk pangan baru, pengawetan, penilaian keamanan, mutu dan nilai gizi, pengemasan, penyimpanan, distribusi dan pemasaran.

Pencapaian kompetensi lulusan program pendidikan teknologi pangan sesuai yang direkomendasikan oleh Institute of Food Technologists yang dapat dikelompokkan menjadi 5 ranah utama, yaitu:

  • Kimia dan Analisis Pangan (Food Chemistry and Analysis)
  • Mikrobiologi dan Keamanan Pangan (Food Microbiology and Safety)
  • Rekayasa Proses Pangan (Food Process Engineering)
  • Penerapan Ilmu Pangan (Applied Food Science)
  • Kecakapan Hidup (Success Skill)

Isi dari setiap ranah yang harus dikuasai sebagai hasil belajar (learning outcomes) pada program sarjana dengan Mayor Teknologi Pangan telah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh IFT. Selanjutnya ranah tersebut dijabarkan menjadi tujuan instruksional yang diramu dalam mata kuliah-mata kuliah mayor. Click untuk informasi Tabel Ranah Kompetensi.

Untuk lebih informasi lebih lengkap dapat dilihat disini:

http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=75

Filed in Uncategorized at 6:32 am

no comments